Menu Tutup

Sekolah Cowok Semua Gimana Sih Rasanya ???

Setelah dua tahun bersekolah di SMA Kanisius yang notabene adalah sekolah homogen atau sekolah cowok semua, saya merasa cukup yakin untuk membagikan pengalaman saya selama ini. Saya harap cerita saya mampu menggambarkan sedikit tentang sekolah homogen.

Bagi beberapa dari kalian mungkin masih asing dengan sekolah homogen atau sekolah yang muridnya hanya satu jenis kelamin saja. Hal tersebut memang wajar karena hanya ada beberapa sekolah homogen di Indonesia dan pastinya tidak sebanyak sekolah heterogen lainnya.

Beruntungnya saya bisa merasakan menjadi bagian dari sekolah cowok semua yang berada di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Banyak yang bertanya kepada saya kenapa mau masuk ke sekolah yang muridnya adalah laki-laki semua. Ada beberapa orang yang menganggap dengan masuk ke sekolah homogen dalam hal ini sekolah cowok semua akan menyia-nyiakan masa-masa SMA yang biasanya diisi oleh kisah percintaan dengan LAWAN JENIS.

Eitss jangan berpikir bahwa dengan bersekolah di sekolah cowok semua, kami kehilangan selera terhadap lawan jenis hahaha. Kami tetaplah seorang laki-laki normal yang suka terhadap lawan jenis dan bukan sesama jenis loh.

Kami hanyalah segolongan orang yang memilih untuk masuk ke dalam suatu komunitas yang berbeda. Ya beda karena isinya adalah lelaki semua, hanya ada beberapa perempuan yaitu guru-guru.

Pada awalnya saya juga tidak memiliki bayangan tentang bagaimana sekolah yang isinya cowok semua. Namun setelah saya masuk dan menjadi bagian dari komunitas tersebut saya merasakan pengalaman yang berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh orang di luar sana.

Kenapa harus ada sekolah homogen ?

Menurut saya sendiri hal ini ditujukan untuk memberikan pembinaan karakter yang lebih efektif karena pada dasarnya karakteristik laki-laki dan perempuan memang berbeda.

Hal tersebut tidak dapat dipungkungkiri dan telah menjadi sebuah fakta. Hal ini terjadi karena memang laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi dengan caranya masing-masing.

Di sekolah homogen, karakter saya dibentuk dan disesuaikan dengan peran kami masing-masing nantinya. Di sekolah saya seluruh muridnya dituntut untuk mampu memimpin pada kehidupan nyatanya dimulai dari memimpin dirinya masing-masing.

Apa Aja Sih Suka Dukanya Sekolah Cowok Semua ?

Mari lihat sukanya. Pertama, yang paling saya rasakan ketika masuk ke dalam sekolah cowok semua adalah kami seperti kehilangan rasa malu hahaha. Tidak ada lagi yang namanya JAIM dengan teman seperti yang sering saya dengar dari teman saya yang ada di sekolah heterogen. Siswa yang berada di sekolah heterogen biasanya jaim karena ada perempuan sedangkan di sekolah saya tidak ada perempuan(lawan jenis) jadi buat apa JAIM hahaha.

Kedua, KOMPAK dalam segala hal termasuk yang baik dan buruk. Saking kompaknya terkadang kami juga kompak dalam melakukan suatu hal yang kurang baik. Kekompakan kami dalam hal yang kurang baik dapat dilihat saat tidak ada guru di kelas. Biasanya kami menyetel lagu pada speaker bluetooth dan bagaimana kurang kompak, terkadang ada seseorang yang berjaga di depan pintu untuk mengawasi keadaan agar kami tidak terciduk hehehe.

Lalu apa kekurangannya ?

Hanya ada beberapa hal kecil. Pertama karena kami terkadang terlalu kelewat batas dalam bercanda banyak orang menilai kami sebagai anak-anak yang nakal. Terutama bagi saya yang pulang pergi naik KRL. Beberapa teman kami sering ditegur karena bercanda terlalu over. Padahal kami bukanlah anak-anak nakal. Hanya anak muda yang merasakan kebebasan ketika pulang dari sekolahnya setelah seharian dijejali oleh materi yang cukup berat hehehe.

Kedua, beberapa dari kami sulit menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hal ini karena kurangnya intensitas bertemu dengan lawan jenis sehingga beberapa dari kami hanya memiliki beberapa kenalan lawan jenis. Namun ini bukanlah suatu kelainan, hanya kurang waktu bertemu dengan perempuan karena kami berbeda dengan kalian yang setiap harinya bisa bertemu dengan lawan jenis di sekolah. Hanya pada event tertentu lawan jenis dihadirkan ke sekolah kami dan pastinya dengan biaya yang tidak sedikit hahaha

Dibalik semua suka dukanya saya merasa tidak menyesal sama sekali masuk ke SMA Kanisius yang berisi laki-laki semua. Karena kalian akan merasakan suatu lingkungan yang berbeda dan pastinya membuat lebih efektif dalam belajar.

Rasanya sekolah di sekolah cowok semua tidak dapat dideskripsikan. Kalian harus mencobanya sendiri dan rasakan sensasinya hehehe.

Dibawah ini adalah foto kelas saya yaitu XI-A3 berisikan cowok-cowok yang bisa menggila jika guru tidak hadir di kelas :

Sekolah Cowok Semua

Kalau kalian yang masih SMP dan ingin mencoba untuk masuk ke SMA Kanisius namun takut dengan tes masuknya dan tidak memiliki gambarannya tentang Tes Masuk SMA Kanisius bisa membacanya dibawah ini:

Bagikan cerita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *