Menu Tutup

UMN English Party: Debate Competition

UMN English Party adalah pengalaman lomba debat Bahasa Inggris saya yang pertama. Awalnya saya mencoba ikut lomba ini untuk menambah pengalaman saya di kelas 2 SMA ini. Ya karena ini adalah lomba debat pertama saya ya pastinya belom ada bayangan apapun tentang lomba debat. Walaupun sebenernya udah sering diceritain temen yang udah pernah lomba di tempat lain tapi tetap saja masih merasa nervous.

Kenapa saya bisa ikut Lomba Debat di UMN ?

Saya ikut lomba debat di UMN karena saya ditawari oleh ketua ekskul saya di sekolah. Ekskul saya dari kelas satu SMA sampai dengan kelas dua SMA adalah Canisius English Forum atau yang sering disingkat CEF.

Awalnya ya pasti saya ragu untuk ikut lomba tapi saya memberanikan diri untuk mencoba keluar dari zona nyaman dan melihat seberapa jauh kemampuan saya. Kalau tidak pernah keluar dari lingkup sekolah pasti saya tidak akan mampu mengukur kemampuan saya secara objektif pastinya.

Ya jadi saya memberanikan diri untuk mendaftar.

Tidak ada latihan khusus untuk mempersiapkan lomba kali ini. Hanya berbekal kemampuan yang selama ini dipelajari selama ekskul saja.

Singkat Tentang Debate kali ini:

Pada lomba debat kali ini menggunakan format Asian Parliamentary Debate. Jadi satu tim debat beranggotakan tiga orang dengan role masing-masing yaitu first speaker, second speaker, third speaker dan reply speaker. Sebenarnya ada nama lain yang lebih formal untuk masing-masing role nya namun kami tidak mempelajarinya karena kurang penting lah hehehe.

Jadi singkatnya First Speaker bertugas membawakan background, urgency dll pokoknya pembukaan suatu debat. Lalu Second Speaker membawakan argumentasi utama dari suatu debat beserta penjelasannya dan juga memberikan bantahan (rebuttals) terhadap argumentasi tim lawan. Kemudian Third Speaker yang berperan merangkum seluruh isi debat dan memberikan sanggahan terhadap tim lawan. Terakhir adalah Reply Speaker yang berperan membandingkan debat tim kita dengan lawan. Semua role memiliki waktu bicara maksimal 7:20 menit kecuali reply speaker yang hanya memiliki waktu bicara 4:20 menit.

Tim saya terdiri dari:

  1. Abraham Rudolf (First Speaker)
  2. Albertus Alarik L  (Second Speaker)
  3. Thomas Jason (Third Speaker)
  4. Abraham Rudolf (Reply Speaker)

Hari-H Lomba:

  • 23 Maret 2018 – Penyisihan

Walau hari ini hari Jumat, kebetulan sekolah saya sedang libur. Jadi, saya tidak harus ijin untuk datang ke Lomba kali ini. Para peserta diwajibkan untuk berkumpul di UMN pada pukul 8 pagi. Karena posisi saya cukup jauh jadi saya harus berangkat sangat pagi agar tidak telat.

Lokasi lomba sangat jauh dari tempat kost saya. Jadi saya memutuskan untuk berangkat bersama teman saya. Namun tetap saja saya harus naik kereta terlebih dahulu dan turun di Stasiun Jatinegara untuk menemui teman saya. Saya sempat berjalan sekitar 2 kilometer untuk mencari lokasi teman saya. Akhirnya saya bertemu dengan teman saya setelah berjalan cukup jauh.

Akhirnya sampai juga saya di UMN. Kami sudah janjian di sana dan langsung disambut oleh panitia lomba. Panitianya lumayan ramah terhadap kami. Kami melakukan daftar ulang lalu dikumpulkan pada suatu ruangan. Saya melihat tim lain sangat antusias dalam mengikuti lomba dan terlihat cukup jago dalam berdebat. Banyak dari mereka yang membawa banyak kertas yang berisi rangkuman atas prepared motion yang telah disediakan dari rumah mereka masing-masing, sedangkan kami bertiga tidak membawa apapun kecuali post-it dan kertas kosong. Namun kami tetap pede saja hehehe.

Opening:

Panitia menyediakan opening performance yaitu sebuah tarian yang dilakukan oleh seluruh panitia. Lalu ada beberapa sambutan dari ketua panitia dll. Ada juga band performance yang cukup bagus. Mungkin semua hal ini dilakukan untuk memecah ketegangan kami ya hehehe.

Dibawah ini adalah rundown acaranya untuk hari pertama:

pengalaman lomba debat bahasa inggris

Setelah itu kami langsung diberikan motion lalu menentukan motion preference dan langsung case build. Waktu case build yang diberikan 30 menit. Kami cukup deg-degan saat itu karena tidak ada bayangan.

Preliminary Round I:

Pada Preliminary Round yang pertama tim saya (CC B) bertemu dengan sekolah SMAK BPK Penabur Tirtamarta.

Kami harus berdebat dengan motion:

pengalaman lomba debat bahasa inggris

Ya motion debat yang digunakan kali ini berasal dari prepared motion. Walau sudah menjadi prepared motion namun jujur tim saya tidak ada yang mempersiapkan tentang motion ini. Tim saya juga tidak ada yang menonton serial TV seperti motion diatas.

Jadi kami berdebat hanya sesuai dengan logika saja dan murni ngecap hahaha. Beruntung tim kami masih bisa menang karena juri mengganggap logika kami lebih masuk dibandingkan dengan logika tim lawan. Padahal sebenarnya debat kami agak melenceng dari motion debate yang seharusnya berdasarkan serial TV.

Tim kami juga lebih unggul dalam lamanya waktu berbicara. Hampir semua tim kami berbicara minimal 6 menit sedangkan tim lawan masih banyak yang berbicara hanya 4 menit. Memang di CEF kami diwajibkan untuk berbicara cukup lama namun juga harus tetap berisi bukan hanya basa-basi doang.

Setelah menang sekali kepercayaan diri kami sedikit meningkat.

Preliminary Round II:

Langsung tanpa ada jedah kami langsung dihadapkan pada Preliminary Round kedua. Kali ini saya berhadapan dengan Efata School. Kami berdebat dengan motion:

TH supports segregated housing based on religion

Kami menjadi tim oposisi. Cukup mudah memang untuk menang karena dilihat dari posisi sekarang saja kami sudah unggul terlebih dahulu. Memang benar ternyata tim kami memang menang dan kami cukup senang akan hal ini.

Juri mengatakan tim kami kurang elaboration dan harus diperjelas lagi step by step logikanya. Memang terkadang saya sebagai second speaker jarang memperhatikan hal kecil yang terkadang bisa menjadi logical jump dan membuat tim kami menjadi kurang baik.

Walau awalnya kami merasa tidak pede namun akhirnya kami mampu menang di dua debat pertama.

Preliminary Round III:

Setelah makan kami lebih bersemangat. Namun pada kali ini lawan kami cukup berat karena tim kami melawan tim dari SPH (Sekolah Pelita Harapan) yang memang setiap harinya menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di sekolahnya.

Bahkan sebelumnya tim SPH ini sudah mengalahkan tim dari Kanisius yang satunya (CC A).

Kami berdebat dengan motion:

pengalaman lomba debat bahasa inggris

Sekali lagi kami dihadapkan dengan prepared motion yang kami tidak siapkan karena kami menganggapnya cukup mudah bagi kami. Di sekolah pun kami sering dihadapkan dengan berbagai motion secara langsung tanpa melakukan persiapan apapun.

Namun kali ini berbeda tim kami kali ini dihadapkan dengan lawan yang cukup berat yang pada akhirnya menjadi juara 1 pada lomba kali ini.

Tim kami agak kesulitan menghadapi SPH karena pertama kecepatan mereka berbicara yang sangat cepat serta penggunaan kosakata yang jarang digunakan membuat kami menjadi kebingungan sendiri.

Tim kami sempat sedikit mendapatkan ejekan dari tim lawan, mereka berkata:

The opposition side is the one who should learn sex education and they have to read lots of newspaper.

Namun kami menganggap ini sebagai lelucon dan kami hanya tersenyum pada saat debat kali itu.

Juri tidak memberikan komentar karena memang ini adalah silent round dimana juri tidak memberikan komentar terhadap performa tim dan juga tidak memberitahukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Namun kami sudah yakin bahwa yang menang adalah tim dari SPH.

Menurut kami menang dua kali dari tiga match sudah cukup baik.

Breaking Announcement:

Pada saat belum mengetahui keputusan lanjut atau tidak kami menunggu dengan pesimis. Kami hanya mengobrol di belakang dan tidak memperhatikan. Namun ternyata kami dinyatakan lolos.

Kami sendiri pun sedikit terkejut karena kami bisa lolos di urutan ke-6. Padahal masih banyak tim-tim lain yang lebih unggul daripada kami. CC A sendiri berada 1 tingkat dibawah kami yaitu pada urutan ke 7.

  • 24 Maret 2018 (SemiFinal)

Setelah kami masuk ke fase semifinal kami pun merasa bahwa lawan-lawan yang kami hadapi bukanlah lawan yang mudah lagi. Oleh karena itu kami sedikit pesimis bisa menang. Namun kami tetap berdebat dengan semangat pantang menyerah walau sedikit deg-degan juga hehehe.

Pada pagi itu saya berangkat dari tempat kost saya dan menuju Stasiun Jatinegara. Namun naas teman saya belum bangun dan saya mencoba untuk mencari rumahnya. Sangat melelahkan memang namun akhirnya saya menemukan rumahnya. Saya harus menunggu ia bersiap-siap lalu berangkat.

Ibu dari teman saya ini memang cukup perhatian. Saya dibuatkan coklat panas dan di mobil saya sudah disiapkan bubur ayam. Jadi saya bisa mempersiapkan perut saya untuk semifinal yang akan cukup berat ini.

Rundown pada hari ini adalah sebagai berikut:

pengalaman lomba debat bahasa inggris

Ketika saya sampai disana kami pun kembali dikumpulkan pada ruangan yang sama seperti hari pertama. Disana kami berkenalan dengan tim-tim lain yang masuk ke semifinal juga seperti SMA Regina Pacis Bogor dll.

Tidak lama kami semua langsung disiapkan untuk melanjutkan lomba debat. Kami dipertemukan dengan SMA Recis A. Banyak yang berkata bahwa tim ini adalah tim unggulan pada lomba kali ini dan memang benar mereka lolos breaking di posisi ke 2. Kami pun sedikit gentar namun dengan semangat seorang Kanisian kami tetap berjuang.

Kami berdebat dengan motion:

If there is a evidence that God does not exist, THW reveal the evidence to the society

Kami menjadi tim opposition. Kami berdebat dengan cukup baik namun kami tidak tahu mengapa tim lawan mendadak kehilangan konteks dari debat tersebut dan keluar dari jalur yang diharapkan. Di akhir debat kami pun dinyatakan memenangkan ronde debat tersebut. Kami pun cukup senang dengan hal itu. Walaupun tim dari SMA Regina Pacis Bogor kalah namun kami tetap ngobrol seperti biasa sesudah ronde kali itu.

Selanjutnya kami dipertemukan dengan SMAN 1 Tangerang. Anehnya tim kami dan tim musuh sama-sama merasa pesimis untuk menang. Kami saling mengunggulkan tim lain sebelum debat dimulai dan hal itu membuat debat kali ini terasa cukup santai.

Kami menjadi tim government (pro) dengan motion debat:

pengalaman lomba debat bahasa inggris

Pada debat kali ini langkah kami terhenti. Kami ternyata kalah dengan margin 1. Kami yang awalnya menyangka akan menang karena cukup dominan dalam ronde debat kali ini ternyata harus kalah. Namun kami tetap menerima kekalahan itu dengan lapang dada.

Jadi pada lomba kali ini tim kami harus menerima berada pada posisi ke-4. Seharusnya jika speaker score kami lebih tinggi sedikit saja dibandingkan tim SMA Regina Pacis maka kami bisa masuk ke urutan 3.

Walau harus kalah namun saya merasa senang karena:

  1. Saya sudah memiliki pengalaman lomba debat
  2. Orang terdekat saya hadir setelah saya kalah dan tetap menyemangati.

Saya tetap menonton ronde final dimana tim dari SPH dihadapkan dengan tim dari SMAN 1 Tangerang. Dan pada akhirnya pemenangnya adalah tim dari SPH.

Saya tetap belum pulang dan menunggu closing ceremony dan mengambil sertifikat saya berserta tim dari sekolah saya. Ya walau hanya sertifikat keikutsertaan namun tetap berharga menurut saya hehehe. Di bawah ini adalah foto sertifikat yang saya dapatkan:

Pengalaman Lomba debat bahasa inggris
Sertifikat Keikutsertaan
Pengumuman Juara:

Jadi pada lomba kali ini juaranya adalah:

  1. Sekolah Pelita Harapan
  2. SMAN 1 Tangerang
  3. SMA Regina Pacis Bogor B

Pengalaman lomba debat bahasa inggris kali ini menjadi sangat berharga bagi saya karena mampu berlomba mewakili nama sekolah kami SMA Kolese Kanisius.

Bagikan cerita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *